Karenanya, sudah seharusnya sejak kita kecil, harus mengenal ilmu-ilmu dasar terutama dalam hal fiqih, aqidah dan akhlak. Jika sekali saja kita ketinggalan saat mata pelajaran ilmu dasar, maka seumur hidup kita tak akan pernah tahu:
"kita ini sedang melakukan apa?"
Hal kecil saja, jangan jauh-jauh masalah wudhu dan sholat. Berapa kali saya harus mengucapkan syukur kepada Allah karena telah diberi seorang suami yang tak pernah saya duga. Betapa bersyukurnya saya dengan apa yang dimilikinya, entah itu dari segi positif bahkan negatifnya. Banyak sekali orang diluar sana yang "sengaja" bersekolah tinggi, namun akhirnya jadi karyawan perusahaan besar yang mendukung hal-hal kurang baik dalam kehidupan.
Ketika melihat persoalan itu, saya merasa senang karena tidak disekolahin sama orang tua karena keterbatasan biaya.
Tapi, ketika saya melihat seorang yang sekolah tinggi dan tahu aturan beragama, menjadi sosok yang diimpikan semua orang. Saya merasa menjadi manusia paling menyesal karena tidak sekolah waktu kecil. Haruskah saya?
Nyatanya, kehidupan menuntut kita untuk kembali tahu, apa itu ilmu dasar yang harus dipelajari dan diamalkan. Seperti seorang yang membaca Al-Qur'an, akan menjadi percuma dengan suara indah, merdu, dan seolah hafal dengan hurufnya jika ia tidak tahu makhroj dan tajwid. Seperti halnya seorang yang selalu beribadah sunnah sepanjang masa, tapi kewajibannya seperti berjilbab ditinggalkan. Seperti halnya, seorang yang selalu mengerjakan sholat, tapi gak tau rukun wudhu.
Baiklah, tidak ada hukum bagi yang tidak tahu, tapi apakah kita tidak ingin mencari tahu? Saya adalah manusia yang haus akan ilmu, saya rindu meimba ilmu dari orang-orang soleha diluar sana, hanya saja, saya belum menemukannya. Haruskah saya?
semakin tau kita akan berbagai ilmu kita akan semakin sadar kalo kita merasa kalo kita belum apa apa..:)
BalasHapus