Cukuplah kamu menjadi dirimu sendiri dan saksi akan hidupmu sendiri.
Bagimu yang disana..
Sudah kau dengarkah semua bisikku semalam..
Aku tak ingin kau dekati..
Aku tak ingin kau membiarkan aku mendekat..
Dan aku tak ingin kita berdekatan menjadi satu seperti mereka..
Bagimu yang ada disana..
Aku senang engkau tak disampingku..
Embun-embun itu mendukungku..
Kicau camar bernyanyi bersamaku..
Bagimu yang ada disana..
Cukuplah dirimu hanya akan menjadi dirimu..
Yang tak tersentuh...
Yang utuh..
Dan yang tak ternodai oleh tangan-tangan setan yang ingin kita mati..
Cukupkan untuk memendam cinta hanya dalam dirimu..
Sampai benar kita yakin, kita adalah satu..
Salahkah permintaanku ?
***
Memahami orang yang kamu sayang tak harus selalu bersama-sama dengannya, cukup pahami dirimu, apa maumu, dan bagaimana keinginanmu, dengan begitu kamu sudah memahaminya.. dan menjadi pengjaga atas cintanya.. Karena aku tak ingin seperti mereka! karena mereka bukanlah aku!
waaaaapik jeng... kata-katamu bermakna dalam :)
BalasHapusRasa memang tak pernah jadi nyata. Ia hadir di pori-pori kulit, jantung, dan tubuh kita. Dan aku tak pernah melihat wujud rasa. Yang terbaik adalah memang di sini, rumah kita sendiri, jadi diri sendiri, juga karena aku, kamu bukan mereka...salam:)
BalasHapustulisnnya bagus, sukaaaaaa sekali :)
BalasHapuswehhhh sippp
BalasHapussuwe ra tau mrene, piye kabare nul nunul? :v
BalasHapusSeperti biasanya mbak, puisimu pastilah bagus. begitu juga dengan yang ini.
BalasHapustapi entah kenapa mbak, beberapa bulan terakhir ini kok saya merasa ada yang hilang ya dari Jombloku. Entah mengapa sekarang postingan jombloku ini nggak terlalu memberikan kesan istimewa lagi bagi saya. Dulu saya senang sekali mengikuti blog jombloku, tapi sekarang sudah jarang. Rasanya tulisan mbak kayak nggak ada emosinya lagi deh, entahlah
Lagian kayaknya mbak udah nggak pernah ngebales komentar dari komentator di blog ini deh, boro-boro mau Blogwalking.
dan juga, saya pesimis deh, apakah mbak masih ingat dengan saya ato nggak.
Maaf mbak, ini cuman pendapat subyektif saya. jangan dihiraukan.
btw, form komentar munculan ini juga sedikit menyulitkan. kenapa nggak langsung disematkan di bawah postingan aja formnya?
apa kabar mbak inuel?
BalasHapusseneng bisa baca puisi mbak lagi.. :D